itu saja…

Tidak perlu menjadi matahari

Jika hanya untuk menerangi

Cukup jadilah lilin yang nyala dalam gulita.

Tidak perlu menjadi hujan

Jika hanya untuk menyejukkan

Cukup jadilah embun

Pada pagi.. Pada dedaunan..

Tidak perlu menjadi  angin laut

Jika hanya untuk berhembus

Cukup jadilah nafas

Yang bertiup pada dia yang hidup

Tidak perlu menjadi apa pun

Jika hanya untuk kucintai..

Cukup jadilah dirimu…

Itu saja..

Yocki Kay

Bandung, 28 Oktober 2015

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lagu Malam

-Women-Night-Energy-Alone-Magic-Rise-Png-Fresh-New-Hd-Wallpaper--

 

bersama perginya senja
mulai mengalun lagu malam
yang bernadakan gelap
bercerita tentang sunyi

jemari mulai menari
iramanya tak pasti
hingga tiba saatnya pergi
pun tiba saatnya berhenti

malam adalah jembatan waktu
hari ini kepada esok
dari kini kepada yang lalu
penerang sang mistikus waktu

membuat kini seakan samar
membuat dulu menjadi terang
menyimpan sejuta harapan
pada hari esok yang tak pasti

namun satu yang pasti
bulan sabit di wajah bumi
setiap malam selalu bersamaku
semenjak hari menjelang gelap

ribuan malam yang lalu..

 

-bandung 23 oktober 2013
bersama sunyi
bersama hening
bersama setitik cahaya
yang berpendar diujung timur

Posted in Lagu, Puisi | Leave a comment

MARGO SARJANA MUDA

Sekitar 2000 tahun setelah kelahiran Yesus, hiduplah seorang pemuda bernama Derry Sumargo atau biasa dipanggil Margo. Sewaktu lahir sebenarnya orangtuanya memberi nama Dessy Sumargo, namun setelah satu tahun orangtuanya mengetahui ternyata bahwa nama Dessy itu adalah untuk perempuan. Maka atas izin Allah digantilah nama Dessy menjadi Derry, dari S menjadi R, hanya mundur satu Alfabet karena orangtuanya tak mau pusing Cuma karena masalah nama.

Pada tahun 2013, setelah proses pembuatan skripsinya terhambat selama 3 tahun karena Margo lupa password komputernya, akhirnya Margo lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana, berakhir sudah gelarnya sebagai koboi kampus karena kuliah selama 8 tahun di UNIKOM (Universitas Komputer Majalaya) dengan jurusan Manajemen Informatika Islam. Dengan gelar sarjana yang akhirnya diraih setelah sekian lama, maka berakhirlah kegalauannya, kegundahan hatinya, kekesalannya karena sering diledek oleh kawan2nya “katanya koboi kampus, tapi kok gak bawa kuda” begitulah yang sering diucapkan kawan-kawannya untuk meledek Margo.

Hari wisuda pun akhirnya datang, Margo menghadiri wisuda di SABUGA (Sasana Budaya Garut) dengan diantar rombongan keluarganya dari Majalaya satu bus, tetangganya satu RW, dan pacarnya Debby satu-satunya di dunia yang mencintainya apa adanya. Semuanya bahagia, bersukacita, semuanya bangga, Margo diarak keliling Majalaya dengan delman yang dihias seperti kereta raja-raja zaman dahulu kala. Banyak umbul-umbul, spanduk, poster, neon box yang tulisannya bernada serupa : “Selamat datang Margo kebanggaan Majalaya”. semuanya terasa sangat berlebihan.

Hingar bingar dan euforia massa berlangsung selama satu minggu, selebihnya kehidupan mulai kembali normal, keadaan kembali seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya, rutinitas kembali menjadi momok yang menakutkan siapapun yang menjalaninya.

Satu bulan berlalu. Di satu pagi Margo duduk di kursi depan rumahnya, memandang langit yang lagi biru, memandang kuda yang lewat, kuda yang menarik delman. Terlihat delman yang sudah dicat sedemikian rupa juga di bagian kayunya yang tampak bertuliskan “Kuda oge gawe, maenya jelema nganggur” (kuda saja bekerja, masa manusia menganggur). Margo yang tercenung itu seakan tertampar membaca tulisan tersebut. Tiba-tiba HP berbunyi, Margo segera membaca sebuah pesan, dari Debby, pacarnya : “Akang, kapan mau ngelamar kerja? Dan kapan mau ngelamar aku?”. Wajah margo serasa ditampar dua kali pagi itu. Kenyataan menariknya kembali dari dunia khayal, dari kebahagiaan semu dari hari wisuda yang masih tergambar jelas di pikirannya. Iya yang kini malah mengingatkannya akan sms kawannya Ajo yang sudah duluan lulus, waktu itu Ajo mengirimkan sms bertulisan : “wow selamat wisuda ya, Wilujeng Susah Damel”.

Margo bergegas ke kamar mandi untuk mandi besar (karena baru ingat tadi malam mimpi kimcil), lalu kemudian dia sholat Dhuha lalu kemudian berdoa kepada Allah memohon kelancaran untuk mendapatkan kerja yang dicita-citakannya yaitu menjadi Direktur Pertamina (Pertambangan Minyak Nagreg. Margo menyalakan computer lalu browsing, web yang pertama dia buka adalah www.pertamina.coy , yang malah tidak terbuka apa-apa, yang akhirnya Margo sadar salah ketik, lalu Margo ketik lagi dengan benar www.pertamina.com. Ternyata sedang tidak ada lowongan.

Selama 3 jam 25 menit dan 13 detik margo berselancar di dunia maya, akhirnya Margo menemukan lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensinya. Yaitu di sebuah bank. Bank Daerah Pameungpeuk dan langsung melamarnya secara online.

Setelah beberapa kali tes dan wawancara akhirnya Margo dinyatakan lulus diterima bekerja di Bank Daerah pameungpeuk.

Tahun demi tahun karirnya cemerlang dan akhirnya setelah 5 tahun Margo menjadi kepala bercabang bank tersebut di daerah Bandung.

Margo akhirnya menikah dengan Debby dengan menggunakan adat batak. Tinggal di Bandung Dan hidup bahagia selama-lamanya sampai tahun 2018 gunung Tangkuban Perahu meletus sangat dahsyat dan menjebolkan seluruh Bendungan di sekitar Bandung, mengakibatkan bandung diterjang banjir yang mahadahsyat. Bandung kembali menjadi danau, seluruh manusia di Bandung musnah kecuali para manusia yang dulu dianggap gila karena membuat perahu besar di kaki gunung manglayang.

 

TAMAT

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jakarta-Bandung Dengan K̶e̶t̶u̶a̶ Tertua SBR

wah

Waktu itu adalah bulan maret tahun 2013, saya lupa tanggalnya berapa, tapi yang saya ingat hari itu saya masih belum bisa terbang. Hari itu hujan turun pada sore hari, menutupi matahari yang selalu ingin terlihat keren dengan senjanya yang gemilang. Saya pulang ke rumah membawa wanita cantik yang disebut sebagai istri saya.

Di rumah saya mandi dan makan, tentang saya sholat atau tidak, tidak akan saya bilang disini karena takut riya, anggap saja saya tidak sholat tapi padahal sholat. Setelah cape tidak berhasil menghitung jumlah butiran nasi di piring, saya jadi lapar dan akhirnya memakannya bersama lauk dan sayur. Setelah makan saya tidak kaget kalau saya kenyang, tidak perlu kaget kalau setelah makan jadi kenyang, itu tidak perlu, buang-buang waktu dan perasaan saja.

Setelah makan malam, saya jadi ada energi lagi, saya jadi ingin mengangkat kasur dan menggeserkan rumah, tapi karena kata istri saya tidak usah, saya urungkan niat saya. Akhirnya energi yang berlebihan itu saya salurkan dengan membaca buku. Tapi baru dua halaman saya sudah cape dan pusing, saya membaca buku bahasa Indonesia dengan cara membaca seperti membaca Al-Qur’an, saya membaca dari halaman terakhir dan dari kata terakhir di tiap kalimatnya.. saya jadi tidak mengerti apa yang saya baca, saya jadi stress dan depresi. Maka dari itu saya minum air putih lalu pergi ke kasur menyusul istri saya yang sudah pergi tidur duluan.

Saya berbaring di kasur, pikiran saya menerawang, membayangkan nilai rupiah yang anjlok, sebelum akhirnya tertidur.

Dalam tidur saya bermimpi, dalam mimpi saya sedang berjalan di kota yang kosong, saya berjalan dan berjalan tapi tak satu pun ketemu orang. Sampai akhirnya saya terhenti di sebrang apotik,, saya tertegun melihat di kejauhan, kira-kira 159 meter, ada sesosok manusia sedang berdiri menatap saya, dia berdiri di depan bengkel mobil.. dia menggapai-gapaikan tangannya, terdengar sayup-sayup suaranya “kemari, datanglah kemari untuk membetulkan mobilmu, tapi kalau tak punya mobil, tetap dating kesini untuk mengobrol” itu yang saya dengar.

Saya berjalan mendekat secara perlahan, wajahnya semakin jelas, terlihat kumisnya maka jelaslah dia itu pria. Saya berjalan lagi mendekat dan mendekat pelan-pelan. Maka semakin jelas wajahnya, saya mengenalnya! Itu Rano Karno.. saya semakin antusias, saya percepat langkah saya, semakin jelas wajahnya.. ah bukan Rano Karno, tahi lalatnya beda tempat,, itu Wahono Item!!

“Papap!!” aku memanggilnya dengan panggilan sayang (sayang anak ke orangtua-red)

Tadinya saya akan jalan perlahan-lahan lagi, tapi mengingat akan jadi bertele-tele maka Saya berlari kearahnya supaya cepat . tapi tiba-tiba… entah bagaimana si papap berubah jadi asap dan menghilang. Saya kaget bukan kepalang, di tempatnya dia berdiri tadi saya lihat sebuah amplop yang tergeletak begitu saja, di sebelah amplop itu tergeletak pula sebuah celana dalam bolong yang ada tulisannya “W.I”

Saya tidak ambil celana dalam itu, tapi saya ambil amplop itu, saya buka, dalamnya ada kertas. Sebuah surat yang singkat ternyata, tulisannya “kutunggu kau di Jakarta”

Saya terbangun, saya lihat sekeliling .. kamar gelap, istri saya tertidur,, hanya cahaya bulan menembus gorden jendela. Saya melamun sebentar, berusaha mengumpulkan potongan-potongan mimpi barusan. 3 menit kemudian saya memutuskan, saya haru ke wc karena ingin kencing. Setelah itu baru saya putuskan, besok pagi saya harus ke Jakarta, mendatangi si Papap Wahono

Pagi hari saya terbangun karena mencium aroma kopi yang sudah tersaji di meja sebelah tempat tidur, mengingatkan saya akan iklan kopi Kapal Api di tahun 90an. Istri saya sedang berdiri menghadap keluar jendela, menatap matahari pagi yang bersinar lembut fsn lslu berkata “aku sudah packing baju-baju dan alat mandi, sekarang kamu siap-siap deh, terus berangkat ke Jakarta”

Saya kaget.. “kok kamu bisa tahu??”

“kan kamu selalu bilang, aku selalu ada dalam mimpimu, tadi malam juga aku ada, dan aku tahu mimpimu” jawabnya

Aku tak mau berkata-kata lagi soalnya akan panjang dan susah mengarangnya. Aku langsung mandi dan sarapan lalu siap untuk berangkat ke Jakarta.
aku telepon travel ke Jakarta untuk membookingnya, satu, dua, tiga sampai semua tavel yang aku telepon semuanya penuh. Sudah full katanya. Aku naik apa dong? Pikirku. Naik bus malas ah, naik kereta lgi gak mood, naik motor apalagi.

Akhirnya saya cari-cari di Hp, dan ketemu lah nomer telepon Nobita kawan SD ku, saya suruh dia datang kerumah secepatnya. Setengah jam kemudian Nobita dating, dan tetap saja masih SD. Nobita datang dan masuk lewat jendela, dibelakangnya menyusul Doraemon, keduanya pakai baling-baling bambu. “nih pintunya aku bawa, sesuai pesananmu Yocki” kata Doraemon sambil mengeluarkan Pintu kemana saja dari kantong ajaibnya.
lalu setelah saya ngeprint uang sebanyak 8 juta rupiah saya pamit dan langsung pergi ke Jakarta dengan pintu kemana saja, langsung tepat di depan rumah si Papap Wahono. Dengan cepat Pintu kemana saja itu menghilang tanpa saya sadari.

Saya berjalan ke arah pintu rumah itu lalu mengetuknya dengan palu. Lalu keluar lah ibu Wahono. Lalu saya bersalaman dan mengobrol. Dia bilang Papap baru saja pergi ke bengkelnya dan saya disuruh menunggu dikamar atas. Saya iyakan. Saya naik keatas dan duduk duduk mainin HP sampai satu jam lalu saya sudah merasa bosan. Menunggu sampai sore tentu akan terasa lama sekali.

Tak pikir panjang, saya merogoh tas saya, mengambil satu strip obat paramex, lalu meminumnya 3 buah. Setelah minum obat itu, 15 menit kemudian kontan saja saya mengantuk dan tak sadarkan diri.

Byurrrr!! Air mengguyur muka saya, saya bangun, saya kaget, apalagi saya ternyata sudah telanjang beserta beberapa orang di sekeliling saya termasuk si Papap Wahono yang terlihat sangat kaget. “apa-apaan ini!! ” bentak saya sama mereka. Di dalam kekagetannya si Papap bilang “ehh kirain lu mati, makanya kita mandiin,tadinya mau disolatin”

“Astagfirullah.. saya memang pasti mati , tapi tidak sekarang, nanti tahun 2099, di puncak Everest”

BERSAMBUNG

*karena sudah ngantuk

Posted in Cerita | Leave a comment

Tentang Bandung

Image

logo Bandung yang nyata buatan ayah Pidi Baiq yang sangat saya setujui

Setelah banyak berbincang dan berbagi dengan orang-orang Bandung lainnya yang sempat merasakan indah dan nyamannya Bandung yang dulu, juga dengan Iwenk walau dia orang sapan, juga dengan papap wahono walau dia orang wates. ya perubahan memang mau tak mau pasti terjadi, kemajuan atau apalah tapi inilah yang saya rasakan. maka ini lagu ciptaan saya yang menggambarkan perasaan saya juga mewakili orang-orang Bandung yang rindu akan Bandungnya yang dulu.. yang sekarang jika kau cari Bandung, maka tak akan ketemu.. nih buat ayah Pidi Baiq, saya juga ga mau kalah bikin lagu tentang bandung dan direkam dikamar saya live!

Yocki Kay – Tentang Bandung

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bersama Abbiati

Tadi malam saya ngopi di warkop dekat rumah sambil nonton Milan vs Barca..
Tiba2 ada yg datang,

“om teh tarik satu” katanya dgn logat bule. Ternyata Abbiati.

“Eh kang Abbiati, damang kang” sapa saya

“Pangestu, ari yocki kumaha, keluarga sarehat kan?” Jawabnya dengan logat bule

“Alhamdulillah kang, ehh ari gawang siapa yang jaga itu” kata saya

“Ngejaga dari apa??” Jawabnya
Hahaha kami tertawa bersama.

Dan akhirnya Milan menang 2-0

Abbiati menginap di rmh saya tidur di depan tv, dan barusan sudah pulang setelah nonton insert pagi.

“Si raffi ahmad playboy gitu ya, nyebelin”
Katanya sebelum pulang ke Milan.

Bandung, 21 februari 2013..

Posted in Cerita | Leave a comment

Saya dalam bentuk lain

saya senang menjadi apa saja yang saya sukai

 

ini saya membayangkan jadi terminator dan bisa dilepaskan wajahnya 🙂

Image

 

 

ini saya berkhayal jadi Centaur, jadi ya badan saya sampai pinggang, sisanya yaitu kuda dari arcamanik

Image

 

nah ini saya membayangkan bagaimana kalau warna-warna dari tubuh saya bisa keluar seperti ini

Image

 

 

kalau ini saya merubah pas foto saya, ditambahkan tekstur kayu diwajah, lalu dihijaukan, lalu matanya dibesarkan dan dibuat hitam semuanya, jadi apa ini??

picollo ya? 

Image

 

 

nah inilah saya sebagai orang Indonesia, setiap hari hanya memakan nasi (Kejo).. setiap hari mencari nasi (neangkejo)

Image

 

 

kalau yang ini saya bikin waktu tahun 2007 setelah meliah film 300.. dan apa hasilnya? hasilnya saya suka sekali sinematografinya

Image

 

 

yang ini saya dalam bentuk vectorImage

 

 

dan ini saya waktu tahun 1876, ketika saya masih menjadi pastor

Image

Posted in Uncategorized | Leave a comment